Selasa, 27 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
miso88lp.commiso88lp.com
miso88lp.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Jalan-Jalan Hemat Ala Mahasiswa Perantau: Modal Ne...

Jalan-Jalan Hemat Ala Mahasiswa Perantau: Modal Nekat, Waktu Mingguan

Mahasiswa perantau tetap bisa jalan-jalan seru dengan modal terbatas. Ini caranya.

Jalan-Jalan Hemat Ala Mahasiswa Perantau: Modal Nekat, Waktu Mingguan

Gue masih ingat banget momen pertama kali ngeliat saldo rekening cuma nyisa 150 ribu di tanggal 20-an. Sementara temen-temen di grup WhatsApp udah pada rame bahas mau ke Bali pas long weekend. Rasanya tuh campur aduk — pengen ikut, tapi dompet kayak ngelawak. Kalau kamu sekarang lagi ada di posisi itu, tenang. Kamu nggak sendirian. Dan kabar baiknya: jalan-jalan itu nggak harus nunggu kaya dulu.

Sebagai anak rantau yang udah tiga tahun ngekos di kota orang, gue belajar satu hal penting — traveling itu soal cara, bukan cuma soal duit. Ada kok jalan tengah antara "nggak jalan sama sekali" dan "makan mie instan sebulan demi foto di pantai". Nah, ini yang bakal gue bagi ke kamu.

Mulai dari yang Dekat Dulu, Jangan Langsung Mimpi ke Raja Ampat

Kesalahan terbesar mahasiswa perantau (termasuk gue dulu) adalah mikir traveling itu harus ke tempat yang jauh dan terkenal. Padahal kota tempat kamu ngerantau pun sering punya hidden gem yang belum kamu jelajahi. Waktu gue kos di Yogyakarta, gue baru sadar ada pantai sepi cuma 40 menit naik motor dari kos, dan gue baru ke sana di semester lima. Memalukan, iya.

Baca juga: Jalan Kaki Sampai Kehabisan Bensin: Nikmatnya Wisata Lambat Ala Kampung

Coba deh mulai dari radius 2-3 jam dari tempat tinggalmu. Cari di Google Maps atau TikTok soal tempat wisata yang jarang diangkat. Biasanya yang beginian tiket masuknya masih di bawah 20 ribu, bahkan ada yang gratis. Bonusnya? Kamu nggak perlu cuti, nggak perlu booking penginapan, dan bisa pulang sore hari.

Kalau kamu punya satu hari kosong di akhir pekan, itu udah cukup banget buat day trip. Nggak perlu nunggu libur semester panjang. Justru perjalanan singkat begini yang sering bikin capeknya kebayar karena murah dan nggak ribet.

Transportasi: Ini yang Bikin Dompet Selamat atau Sekarat

Bicara soal hemat, transportasi adalah pos pengeluaran paling gede. Kalau kamu naik pesawat terus-terusan, ya jelas bokek. Tapi kalau kamu pintar, ada banyak opsi yang jauh lebih ramah kantong.

Opsi transportasi murah versi gue

  • Kereta ekonomi atau kelas lokal — ini penyelamat banget buat jarak menengah. Kadang ada promo juga kalau pesan jauh hari.
  • Bus malam — selain murah, kamu bisa hemat satu malam penginapan karena tidur di bus. Nggak nyaman sih, tapi worth it.
  • Nebeng teman yang punya motor atau mobil — jangan malu nanya. Justru ini cara paling sosial dan murah.
  • Rute gabungan — kadang naik kereta ke kota A, terus lanjut bus ke kota B jauh lebih murah daripada langsung.

Gue pernah naik bus ekonomi 11 jam demi hemat 200 ribu. Capek? Banget. Tapi pas nyampe dan bisa makan enak di tempat tujuan tanpa mikir, rasanya kayak menang lotre kecil. Intinya, sesuaikan sama daya tahan tubuhmu. Kalau kamu gampang mabuk perjalanan, jangan maksa.

Nginap di Mana Kalau Budget Tipis? Ini Triknya

Penginapan sering jadi momok kedua setelah transportasi. Tapi sebenernya banyak banget opsi yang bisa kamu akalin. Pertama, coba cari hostel atau guesthouse yang sistemnya dormitory. Satu kasur bisa 50-80 ribu per malam, dan kamu bisa ketemu traveler lain dari berbagai negara. Seru, kadang jadi teman jalan juga.

Kedua, manfaatkan jaringan. Kalau kamu punya teman atau saudara di kota tujuan, jangan sungkan nanya boleh nginep nggak. Ini bukan cuma soal hemat, tapi juga bisa dikasih tips lokal soal tempat makan dan transportasi yang murah. Pengalaman gue, orang lokal selalu tahu tempat yang turis nggak tahu.

Traveling hemat bukan berarti pelit sama pengalaman. Justru kamu belajar memilah mana yang penting dan mana yang cuma gengsi.

Ketiga, kalau memang nekat dan cuacanya mendukung, camping atau nginap di area terbuka bisa jadi opsi. Tapi ini harus dipastikan aman dulu ya. Jangan asal tidur di sembarang tempat.

Makan dan Aktivitas: Hemat Bukan Berarti Sengsara

Bagian ini sering bikin orang gagal hemat. Begitu sampai di tempat wisata, langsung kalap beli makanan di restoran pinggir pantai yang harganya tiga kali lipat. Padahal kalau kamu jalan dikit ke dalam, ada warung lokal yang enak dan murah.

Tips dari gue: sarapan dulu di penginapan atau bawa bekal roti dan air minum dari minimarket. Untuk makan siang, cari warung nasi lokal yang banyak dilanggani orang sekitar. Biasanya di bawah 15 ribu udah kenyang. Untuk aktivitas, pilih yang gratis seperti trekking, main di pantai, atau keliling kota jalan kaki. Justru momen-momen begini yang paling susah dilupakan.

Gue pernah jalan-jalan ke sebuah desa di Jawa Tengah cuma bawa 200 ribu untuk dua hari. Nginap di rumah warga yang kebetulan kenal teman gue, makan masakan rumah, dan diajak ke sawah pagi-pagi. Sampai sekarang itu jadi salah satu perjalanan favorit gue, padahal nggak ada tiket pesawat atau hotel mewah sama sekali.

Jadi, buat kamu yang lagi ngerantau dan mikir traveling itu cuma buat yang punya duit lebih — coba pikir ulang. Mulai dari yang dekat, atur transportasi dengan pintar, nginap di tempat murah atau nebeng, dan makan di warung lokal. Perlahan tapi pasti, kamu bakal punya cerita perjalanan sendiri. Nggak perlu nunggu kaya, cukup niat dan sedikit nekat. Selamat jalan-jalan, dan jangan lupa foto buat kenang-kenangan!

Tags: travel hemat mahasiswa perantau wisata murah tips traveling backpacker